Minggu, 08 Juli 2012

Laporan KKL Kelompok A



 
LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN




Kelompok :
1.    Reqi Rangga Raditya – 064.08.003
2.    Michele Annerina - 064.08.006
3.    Kiki Widiasari – 064.08.018
4.    Risa Resty Yunita – 064.08.024
5.    Tresnanto – 064.08.027

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS TRISAKTI
2012


I.         Pendahuluan

Acara Kuliah Kerja Lapangan yang diadakan oleh Jurusan Teknik Informatika ini akhirnya diselenggarakan pada hari Senin, 2 Juli 2012 sampai Selasa, 3 Juli 2012. Setelah proses survey dan perizinan yang telah dilakukan panitia, maka didapatlah beberapa tempat yang menjadi tujuan kunjungan kami, yaitu UPT Pusat Komputer Universitas Trisakti, Jakarta Convention Centre Senayan, dan R&D Centre PT. Telkom Indonesia Bandung. Kami mengunjungi UPT Puskom terlebih dahulu, setelah itu langsung menuju JCC Senayan. Lalu kami langsung jalan menuju ke Bandung.
Kami menginap selama satu malam di Villa Aurellia. Jalan yang cukup sulit harus kami lalui untuk sampai ke penginapan. Ketika sampai di penginapan, kami memulai acara awal yaitu bakar – bakar sosis, daging, dan jagung untuk makan malam disana. Udara yang cukup dingin menjadi tidak terasa dikarenakan kebersamaan kami selama melakukan bakar – bakar itu. Panitia acara pun mengumumkan acara berikutnya yaitu lomba gaple yang diikuti oleh seluruh peserta pria, dan dimainkan secara bergiliran, dan akhirnya kami tertidur karena sudah kehabisan tenaga seharian. Pada pagi hari, kami berolahraga futsal di lapangan depan penginapan. 1 tim terdiri dari 3 orang saja, dan lagi – lagi hanya peserta pria saja yang berolahraga. Peserta perempuan hanya menjadi supporter dari tim kelompoknya. Setelah sarapan pagi, kami bersiap – siap untuk check out dari penginapan sekaligus menuju kunjungan terakhir yaitu PT. Telkom Indonesia Bandung.

II.      Kunjungan

1.     UPT Pusat Komputer Universitas Trisakti
Kunjungan pertama pada acara Kuliah Kerja Lapangan ini adalah UPT Pusat Komputer Universitas Trisakti yang bertempat pada lantai 8 Gedung E, Universitas Trisakti. Tidak terlalu banyak yang kami lakukan pada kunjungan ini. Setelah semua peserta KKL sudah berkumpul, kami mengisi absen yang digunakan untuk perhitungan nilai UAS. Absen akan dilakukan 3x selama perjalanan ini, dan ini adalah yang pertama.
Kunjungan ini dipandu oleh Pak Hasim sebagai Pengelola dari UPT Pusat Komputer bagian pengadaan. Banyak informasi yang diberikan kepada peserta mengenai UPT Pusat Komputer. Untuk urusan jaringan di Trisakti dikelola atau diurus oleh tim IT Trisakti yang dipimpin oleh Pak Samuel. Ternyata jaringan seluruh fakultas di Trisakti belum semua bersumber pada UPT Puskom. Tapi hal ini sudah diajukan kepada pihak Universitas supaya lebih mudah untuk mengintegrasikannya.

Selama ini UPT Puskom diketuai atau dikelola langsung oleh Pak Agung yang sekarang menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Trisakti. Lalu pembagian jalur dari UPT Puskom yaitu, Sub Unit I fokus pada Sistem Informasi, Sub Unit II fokus pada pelatihan, Sub Unit III fokus pada pengadaan. UPT Puskom secara rutin melakukan pelatihan yang diperuntukkan kepada karyawan – karyawan Universitas Trisakti.
           Pertanyaan : “Berapa banyak server yang UPT Puskom gunakan?”
Jawaban : “Ada 9 rak server yang selama ini digunakan dan itu menyimpan data – data beberapa fakultas di Trisakti.”

Dokumentasi Kunjungan



2.     Jakarta Convention Centre Senayan
Setelah kunjungan kami ke UPT Pusat Komputer, kami bersiap – siap menuju JCC Senayan. Kami berangkat dari kampus Trisakti menggunakan bus yang sudah disewa oleh panitia. Ketika sampai pada tempat tujuan, kami langsung diarahkan menuju ruang seminar. Seminari ini dipandu oleh Bapak Jamal Komarudin sebagai Instruktur Safety Emergency, Bapak Ivan Oktarizal sebagai Wakil Manajemen, Bapak Salis sebagai Staff  IT dan Ibu Mirtha sebagai Public Relations. Banyak informasi yang disampaikan pada seminar mengenai sejarah tentang JCC itu sendiri dan semakin menjerumus ke dalam bidang IT nya. Server yang digunakan di JCC sejauh ini ada 7 server.
Dulu, JCC berhasil medevelop program kerja untuk menyediakan akses WiFi secara gratis pada tahun 2004, dan sekarang  Tim IT JCC menyusun proyek untuk membuat WiFi lebih tersebar luas demi kenyamanan pengunjung/masyarakat. Secara rutin pihak JCC melakukan training – training baik hardware maupun software yang diberikan kepada karyawan/anggota internal demi konsistensi atau bahkan meningkatkan kualitas SDM nya.
Pertanyaan 1 : “Sejak tahun berapa JCC menggunakan teknologi internet dan jaringan?”
Jawaban 1 : “Penggunaan teknologi internet dan jaringan pada JCC sudah dimulai sejak tahun 1950.

Pertanyaan 2 : “Lalu bagaimana cara mentransformasikan teknologi yang sudah lama itu dengan teknologi yang baru, karena dalam beberapa hari saja sudah muncul teknologi baru, apalagi JCC sudah menggunakan teknologi ini selama 50 tahun lebih?”
Jawaban 2 : ”Tim IT JCC selalu melakukan maintenance pada setiap aspek jaringan yang ada secara rutin. Tim selalu melakukan update baik itu hardware ataupun software berdasarkan pada kebutuhan yang diperlukan, sehingga teknologi yang kami gunakan dapat berubah – ubah sesuai kebutuhan kami.”

Dokumentasi Kunjungan




3.     R&D Centre PT. Telkom Indonesia Bandung
Kunjungan akhir pada acara Kuliah Kerja Lapangan ini adalah PT. Telkom Indonesia. Kami melakukan perjalanan menuju PT. Telkom Indonesia pada pukul 11.00 dari penginapan. Dan kami sampai pada tujuan pada pukul 12.30, kami langsung menuju bagian R&D Centre dari PT. Telkom Indonesia. Kami dikumpulkan pada sebuah ruang seminar bundar dan bagian humas Telkom pun langsung membuka acara. Beberapa patah kata sambutan pun dipaparkan oleh Ketua Pelaksana acara Kuliah Kerja Lapangan ini, yaitu saudara Apriansyah Pratama. Lalu, Pak Iskandar sebagai Humas R&D Centre PT. Telkom menjelaskan sedikit tentang sejarah PT. Telkom Indonesia dan badan organisasinya.
Pada sesi kedua, Pak Indra sebagai Direktur Bandung Digital Valley. Pak Indra banyak memaparkan tentang manajemen bisnis dan permodelan bisnis yang tentu saja fokus pada bisnis IT. Beliau memberi kepercayaan diri ke setiap peserta untuk tidak takut berbisnis dalam bidang IT selama dilakukan dengan manajemen yang benar dan dibarengi dengan niat. Bandung Digital Valley ini dibangun oleh PT. Telkom Indonesia untuk memfasilitasi para creator bisnis IT yang ada di Indonesia untuk berkumpul, sharing, dan menunjukkan hasil karya anak negeri.
Pertanyaan 1 : “Apakah program Telkom Learning Centre dapat mengundang mahasiswa sebagai peserta, karena ilmu manajemen bisnis seperti ini tidak terfokus pada perkuliah di jurusan Teknik Informatika Usakti?”
Jawaban 1 : “Kebetulan untuk program Telkom Learning Centre hanya dikhususkan untuk internal kami, jadi hanya karyawan yang dapat layanan Telkom Learning Centre. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk para mahasiswa yang ingin belajar di PT. Telkom ini lewat jalur KP/TA, sehingga mereka yang terdaftar sebagai peserta KP/TA akan mendapat Pembimbing yang akan memandu atau mengarahkan selama mereka belajar disini.”
Pertanyaan 2 : “Apa saja upaya yang dilakukan oleh PT. Telkom untuk mensosialisasi setiap inovasi – inovasi yang telah dilakukan kepada masyarakat?”
Jawaban 2 : “Biasanya kami dari bagian humas melakukan sosialisasi lewat periklanan untuk masyarakat umum. Tapi tidak jarang juga kami mengirim beberapa orang untuk turun langsung ke lapangan dengan tujuan mensosialisasikan melalui sekolah – sekolah, universitas, yayasan, komunitas, dll.
Dokumentasi Kunjungan







Laporan Keuangan Kelompok A
Kami dari kelompok A mendapat tugas untuk mengurus publikasi dari acara Kuliah Kerja Lapangan. Publikasi yang kami gunakan berupa beberapa poster yang kami pasang di lingkungan FTI dan spanduk. Pengeluaran ditambah dengan biaya tidak terduga seperti akomodasi, transportasi, dll. Berikut rincian dari biaya yang kami terima dan kami keluarkan selama proses pembuatan materi publikasi.

Uang yang diterima dari bendahara                                        Rp. 200.000,-

Uang yang dikeluarkan :
1.     Spanduk (4x1 meter)               @Rp. 30.000/m                     Rp. 120.000,-
2.     Poster 25 lembar                     @Rp. 2000/lbr                       Rp.  50.000,-
3.     Transportasi & Akomodasi                                                   Rp.  30.000,-
Total                                                                                    Rp. 200.000,-

Dengan begitu, kami dapat memaksimalkan penggunaan dana yang diberika oleh bendahara dan kami tidak perlu mengeluarkan uang lebih di luar pendanaan yang didapat dari bendahara.


Rabu, 23 Mei 2012

Profil Perusahaan

Pada Post ini, kami dari kelompok A akan memberikan sedikit informasi tentang profil perusahaan yang akan kami kunjungi nanti. Berikut nama-nama perusahaan nya sekaligus informasi mengenai perusahaan terkait.

1. Bakosurtanal
   

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, terdapat banyak jawatan pengukuran, yang kemudian dijadikan satu badan, disebut dengan Permante Kaarterings-Commissie (Komisi Tetap untuk Pemetaan), pada tahun 1938. Kenyataannya, badan tersebut tidak dapat memenuhi harapan semula. Melalui Gouvernements Besluit van 17 January 1948 (Keputusan Pemerintah No. 3 tanggal 17 Januari 1948), komisi itu dibubarkan dan dibentuk Raad en Directorium voor het Meet en Kaarteerwezen in Nederlands Indies (Dewan dan Direktorium untuk Pengukuran dan Pemetaan Hindia Belanda). 
Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia tahun 1949, pemerintah membubarkan Raad en Directorium voor het Meet en Kaarteerwezwn (Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 1951), selanjutnya membentuk Dewan dan Direktorium Pengukuran dan Penggambaran Peta. Badan ini memiliki pola organisasi yang sama seperti bentukan Hindia Belanda. Dewan bertugas membuat kebijakan dan pengambilan keputusan, sedangkan pelaksananya adalah Direktorium. 
Di lain pihak, dibentuk pula Panitia ‘Pembuatan Atlas Sumber-sumber Kemakmuran Indonesia’, dengan tugas menunjang rencana pembangunan nasional. Panitia ini berada di bawah Biro Ekonomi dan Keuangan - Menteri Pertama. Pada tahun 1964, status Panitia Atlas ditingkatkan menjadi Badan Atlas Nasional (Batnas), berdasarkan Keputusan Kabinet Kerja No. Aa/D57/1964, yang ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri II, Ir. Chaerul Saleh.
Kinerja Dewan dan Direktorium dinilai Presiden Soekarno, lamban dan koordinasinya tidak berfungsi, hingga akhirnya dibubarkan dan dibentuk organisasi berbentuk komando, yaitu Komando Survei dan Pemetaan Nasional (Kosurtanal) serta Dewan Survei dan Pemetaan Nasional (Desurtanal), melalui Keppres No. 263 tahun 1965 tanggal 2 September 1965. 
Hingga peristiwa G-30-S/PKI 1965, Desurtanal dan Kosurtanal belum bekerja sebagaimana mestinya. Maka secara khusus untuk survei dan pemetaan nasional dibentuk organisasi baru yang disebut BAKOSURTANAL (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). 
BAKOSURTANAL dibentuk berdasar Keppres No. 63 tahun 1969 tanggal 17 Oktober 1969 (diperingati sebagai ulang tahun BAKOSURTANAL). 
Pertimbangan pembentukan BAKOSURTANAL, yaitu: 
  1. Perlu adanya koordinasi dalam kegiatan dan pelaksanaan tugas surta (survei dan pemetaan) sehingga dapat tercapai adanya effisiensi serta penghematan pengeluaran keuangan negara; 
  2. Terkait dengan itu, dalam rangka penertiban aparatur pemerintahan, dipandang perlu untuk meninjau kembali kedudukan tugas dan fungsi badan-badan yang melakukan kegiatan surta untuk dipersatukan dalam suatu badan koordinasi surta nasional.
Dengan dibentuknya BAKOSURTANAL maka badan-badan yang masih ada seperti Desurtanal serta Badan Atlas Nasional dibubarkan dan fungsi-fungsi kedua badan tersebut ditampung BAKOSURTANAL.
Hingga kini BAKOSURTANAL telah dipimpin oleh 5 kepala (dulu ketua), yaitu : Ir. Pranoto Asmoro (1969-1984), Prof. Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc. (1984-1993), Dr. Ir. Paul Suharto (1993-1999), Prof. Dr. Ir. Joenil Kahar (1999-2002),  Ir. Rudolf Wennemar Matindas, M.Sc. (2002-2010), dan Dr. Asep Karsidi, M.Sc. (2010-sekarang). 
Di antara masa itu, badan koordinasi ini pernah berkantor di beberapa tempat berbeda. Pada awalnya di Jalan Wahidin Sudirohusodo I/11, dan Jalan Merdeka Selatan No. 11, pernah pula di Gondangdia, dan terakhir (hingga sekarang) di Kompleks Cibinong Science Center.
 
Visi:
"Data dan informasi geospasial terintegrasi secara nasional dan mudah diakses 2025"
Misi:
  1. Mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial yang tersandar;
  2. Membangun data dan informasi geospsial dasar dan informasi geospasial tematik sesuai kebutuhan nasional yang dapat dipertanggungjawabkan serta mudah diakses;
  3. Mewujudkan jaringan informasi geospasial antar simpul jaringan yang andal; dan
  4. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kualitas penelitian dan pengembangan dalam penyelenggaraan data dan informasi geospasial.
2. Risti

TELKOM R&D Center adalah merupakan unit bisnis Pendukung PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang secara struktural bertanggung jawab langsung kepada Direktur Network & Solution. Sejalan dengan perubahan pengorganisasian bisnis menuju pada model customer centric organization , fungsi riset dan pengembangan perusahaan lebih diberdayakan dan focus pada peran membangun kapabilitas perusahaan dalam mempersiapkan pengembangan service dan produk unggulan serta dapat mengantisipasi trend perkembangan bisnis yang berbasis teknologi informasi dan Komunikasi.
Visi :
"Menjadi sebuah R&D Telekomunikasi yang memiliki reputasi di Asia Pasifik tahun 2013"
Mission :
  • Melakukan inovasi, pengembangan dan menghasilkan produk dan layanan baru untuk meningkatkan nilai pada pelanggan.
  • Menghasilkan hasil riset terbaik untuk meningkatkan nilai TELKOMGroup dengan berbasis pada standard internasional.
  • Mendukung TELKOM Group dan pelanggan untuk pengembangan bisnis Infokom.
3. Indosat M2

Indosat Mega Media (IndosatM2) sebuah perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Indosat Tbk, penyelenggara jasa telekomunikasi terkemuka di Indonesia, beroperasi secara penuh sejak tahun 2000 untuk membangun dan menerapkan jasa dan produk berbasis IP, internet dan multimedia di Indonesia.
IndosatM2 melayani empat segmen pelanggan: korporasi (besar, menengah, dan kecil), pemerintah, institusi, residensial dan perorangan. Layanan korporasi dan institusi meliputi jaringan Virtual Private Network (VPN), sambungan langsung ke backbone internet internasional, serta penyedia layanan multimedia.

Visi:

Menjadi perusahaan yang dominan dalam industri Consumer Broadband berbasis teknologi IP (Internet Protocol) dan layanan content serta multimedia di Indonesia.
Misi :
  • Memberikan hasil terbaik bagi para stakeholder (pemegang saham, pelanggan, dan karyawan)
  • Menyediakan layanan akses internet yang dapa diandalkan dan terjangkau untuk mendukung implementasi layanan Triple-Play di Indonesia
  • Mendukung pengembangan jalur informasi dan ilmu pengetahuan di Indonesia melalui penyediaan koneksi internet
Core Values :
Empat sikap dasar yang melandasi pribadi dan sikap melayani dari seluruh karyawan IM2 untuk menuju Service Excellence adalah Committed, Clean, Care dan Respect atau disebut sebagai C3R1.
COMMITTED
Melakukan upaya terbaik dalam menyelesaikan setiap pekerjaan untuk mencapai tujuan.
Sikap Dasar:
Sikap dan tindakan setiap individu, tanpa terkecuali untuk melakukan upaya terbaik dalam mencapi tujuan atau komitmen yang telah disepakati.
Perilaku utama:
  • Tepat waktu
  • Tepat janji
  • Taat aturan
  • Berorientasi pada hasil optimal
  • Upaya maksimal
  • Mengutamakan kualitas terbaik
CLEAN
Berperilaku jujur, adil, penuh integritas dan menjaga kehormatan diri
Sikap Dasar:
Sikap dan tindakan setiap individu,tanpa kecuali didasarkan pada kejujuran, keadilan, obyektifitas dan tanpa ada konfilk kepentingan.
Perilaku Utama:
  • Jujur dan dapat dipercaya
  • Adil dan objektif
  • Transparan dan bertanggung jawab
  • Menjaga harga diri
  • Meniadakan konflik atntara kepentingan pribadi dengan perusahaan
  • Mengutamakan kepentingan perusahaan
CARE
Senantiasa mewujudkan sikap peduli baik ditempat kerja, lingkungan maupun masyarakat
Sikap dasar:
Sikap dan tindakan setiap individu, tanpa kecuali untuk selalu peduli, member perhatian, tanggap dan melayani.
Perlikau Utama:
  • Membantu/Bekerjasama
  • Mengingatkan
  • Peduli
  • Empati
  • Tanggap terhadap kebutuhan pihak lain, eksternal dan internal
  • Mengutamakan citra perusahaan dan kepuasan pihak lain
RESPECT
Sikap hormat dan menghargai setiap individu secara tulus
Sikap dasar:
Sikap dan tidakan setiap individu, tanpa kecuali untuk senantiasa hormat, memberikan apresiasi maupun koreksi (perbaikan) secara tepat dan sesuai.
Perilaku Utama:
  • Menghormati setiap individu
  • Mau mendengarkan pendapat orang lain
  • Menghargai kontribusi setiap individu
  • Menyampaikan penghargaan atau pujian secara memadai
  • Menyampaikan teguran, ketidaksetujuan atau kekecewaan secara santun (tanpa "melecehkan")
4. IBM

IBM sebuah perusahaan besar yang mendunia, pernah mengalami masa-masa krisis. Dimana mereka hampir menuju kebangkrutan. Namun seorang penyelamat IBM bernama Louis V. Gerstner mampu membangkitkan kembali IBM menuju puncak kejayaannya lagi. Kita lihat secara ringkas perjalannya dibawah ini.
Profil IBM
  • Berdiri tahun 1911, sebagai perusahaan CTR (Computing Tabulating Recording) yang merupakan merger dari 3 perusahaan.
  • Tahun 1952, berekspansi secara international dengan slogan etika kerjanya “THINK”
  • Tahun 1984, merupakan puncak kejayaan IBM
  • Tahun 1991, IBM mulai mengalami kerugian
  • Tahun 1994, IBM mulai bangkit di bawah kepemimpinan CEO Louis V Gerstner
8 Prinsip Dasar IBM
  1. Pasar menjadi tenaga pendorong di balik apapun yang kita kerjakan
  2. Inti bisnis IBM adalah perusahaan teknologi yang memiliki komitmen tinggi terhadap mutu
  3. Ukuran utama dari sukses adalah kepuasan pelanggan dan nilai bagi pemegang saham
  4. Kita beroperasi sebagai organisasi entrepreneurial dengan birokrasi minimum dan senantiasa fokus pada produktivitas
  5. Kita tidak pernah kehilangan focus terhadap visi strategik
  6. Kita berpikir dan bertindak berdasarkan urgensi
  7. Karyawan yang hebat dan berdedikasi membuat semuanya terjadi, terutama bila mereka bekerja secara tim
  8. Kita sensitif terhadap kebutuhan karyawan dan komunitas di mana kita beroperasi.
Sekian sedikit informasi yang dapat kami berikan pada post ini mengenai profil perusahaan yang akan dituju pada saat KKL nanti. Terima Kasih.

Selasa, 22 Mei 2012

Poster KKL

Untuk tugas KKL berikutnya yang telah diberikan oleh ketua pelaksana kepada kami kelompok A adalah membuat desain poster dan membuat rincian biaya yang mungkin akan diperlukan untuk membuat poster ini.

Berikut beberapa desain yang telah kami buat bersama - sama (desain poster sebesar 29,7cm x 42cm) :


1. Background Kertas




2. Background Kertas Coklat



Untuk rincian biaya yang sekiranya akan kami butuhkan dalam proses pembuatan poster ini adalah sebagai berikut :

1. Akomodasi - Rp. 50.000,- /anggota kelompok = Rp. 250.000,-
2. Poster - Rp. 5000,- /lembar = Rp. 1.000.000,- /200 lembar

Kemungkinan akan dibuat poster sebanyak 150-200 lembar. Tetapi untuk banyaknya poster yang akan dibuat dipastikan bergantung pada kesepakatan bersama antar kelompok dan diputuskan nantinya oleh ketua pelaksana.

Sekian laporan dari kami kelompok A terutama dalam bagian Poster KKL. Terima Kasih.